Keponakan Prabowo Subianto Diduga Ikut Ekspor Benih Lobster, ICW: Rahayu Saraswati Direktur Utama

- 26 November 2020, 08:28 WIB
Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo /SerangNews/Foto: Facebook Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo

CERDIKINDONESIA - Keponakan Prabowo bernama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan dikabarkan terlibat atas kasus korupsi yang menimpa Edhy Prabowo.

Baca Juga: Keluarga Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Diduga Terlibat Korupsi Lobster

Pasalnya, pasangan Muhamad dengan nomor urut satu sebagai kontestan Pilkada 2020 Kota Tangsel itu merupakan Direktur Utama PT Bima Sakti Mutiara, salah satu perusahaan yang memperoleh jatah ekspor benih lobster dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menterinya dijabat oleh Edhy Prabowo.

Hal ini dinyatakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW menduga ada praktik nepotisme di balik keterlibatan sejumlah kader Gerindra, termasuk Rahayu sebagai pihak yang mendapatkan jatah ekspor benih lobster.

Baca Juga: Geger Prabowo Subianto Bakal Di-reshuffle Presiden Jokowi, Gerindra: Tidak Benar Itu

Berdasarkan hasil penelusuruan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ditemukan sejumlah transaksi mencurigakan yang berasal dari penyelundupan benih lobster. Nilainya bahkan mencapai 900 miliar per tahun.

"Menurut saya, tindakan tersebut tidak hanya bentuk konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan, tapi juga bentuk tindakan nepotisme yang melanggar UU 28 tahun 1999," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz yang dilansir dari rri.co.id, Rabu 25 November 2020.

Baca Juga: Edhy Prabowo Ditetapkan Menjadi Tersangka, KPK Minta Dua Orang Tersangka Silahkan Menyerahkan Diri

Dalam undang-undang tersebut, sambung Donal, nepotisme diartikan sebagai perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Halaman:

Editor: Safutra Rantona

Sumber: rri.co.id


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X