Reshuffle Jadi Agenda, Usai Demonstrasi UU Ciptaker?

- 24 Oktober 2020, 18:18 WIB
Rusuh Demo UU Cipta Kerja /

 

CerdikIndonesia - Ketua Umum Barisan Penggerak Rakyat Jokowi (Barak Join) Ali Nugroho menyebut terkait perombakan kabinet berkemungkinan ditolak Presiden Joko Widodo sebab menunggu situasi kembali normal dan aksi ancaman Undang-Undang Ciptaker meredah. Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Pisah Lebih Dari 20 Tahun, Saudara Kembar Trena-Treni Dipertemukan Lewat Tiktok

"Presiden lagi mumet demo-demo. Ditunda ( reshuffle , red ) sampai situasi kondusif dan stabil," ungkap Ali dalam keteranganya, yang ditulis rri.co.id

Baca Juga: Dituding Tidak Berpihak Pada Rakyat, Mahfud : Mana komunis yang ditangkap Gatot?

Sambil melihat situasi Ali pun menambahkan tidak bisa menafsirkan sampai kapan Presiden Jokowi melakukan reshuffle para menterinya. Padahal sebelumnya ia sempat memprediksi pada bulan Oktober 2020 ini Presiden Jokowi akan melakukan perombakan.

Baca Juga: Gereja Runtuh di Timur Ghana, 22 Tewas dan Upaya Pencarian Terus Dilakukan

"Lihat situasi. Saat ini enggak bakal kepikiran (reshuffle kabinet)," lanjutnya

Meski begitu, Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif untuk melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang harus dihormati. Ali dan relawan Barak pun mengakui itu.

Halaman:

Editor: Shela Kusumaningtyas


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X