AHY Desak Jokowi Turun Tangan Tolak Pengesahan Moeldoko sebagai Ketua Umum KLB Partai Demokrat di SUMUT

5 Maret 2021, 21:09 WIB
Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai respons atas pelaksanaan KLB Deli Serdang. /Tangkapan Layar Youtube/Agus Yudhoyono

 

CERDIKINDONESIA - Isu lengser Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Trending. Putra Susilo Bambang Yudhoyono itu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak mengesahkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

AHY menanggapi pelaksanaan KLB yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum terpilih.

"Saya meminta dengan hormat kepada Bapak Presiden Joko Widodo khususnya Menteri Hukum dan HAM untuk tidak memberikan pengesahan dan legitimasi kepada KLB ilegal yang jelas-jelas melawan hukum tadi," kata AHY saat konfrensi pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat 5 Maret 2021.

 

Baca Juga: Kisruh KLB Demokrat Deli Serdang, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh: Kemelut yang Semestinya Bisa Diurai

Ia menuturkan, bahwa pelaksanaan KLB tersebut cacat dalam segi aturan hukum lantaran tidak sesuai dengan AD/ART.

AHY mengatakan, sebagai negara demokrasi Indonesia seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, independensi, dan kedaulatan partai politik.

 

Baca Juga: Moeldoko Jadi Ketum Baru Versi KLB Demokrat di Deliserdang, AHY: Tidak Ada KLB, Ilegal!

Karena itu dirinya juga meminta agar pemerintah tak membiarkan atas langkah Moeldoko yang dinilai telah memecah belah partai.

"Saya minta negara dan aparat pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran atas kegiatan ilegal yang dilakukan KSP Moeldoko untuk memecah-belah partai Demokrat," ucapnya.

 Baca Juga: TERBONGKAR! Polri Tak Keluarkan Izin KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Deliserdang

Sebagaimana diketahui dalam KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara, telah ditetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum terpilih.

Selain itu, Marzuki Ali yang sebelumnya telah dipecat kini mendapat kedudukan sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat.***

Editor: Safutra Rantona

Tags

Terkini

Terpopuler