Tank Kopassus Datangi Markas FPI di Petamburan, Begini Respon Politisi Partai Demokrat

- 21 November 2020, 16:44 WIB
Soal Video TNI Copot Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya sebut Itu Adalah Perintah Saya /Dhemas Reviyanto/.*/ANTARA FOTO/

CERDIKINDONESIA - Susilo Bambang Yudhoyono (SB) Presiden RI ke-6, menegaskan tentang Indonesia tidak pernah sekalipun menggunakan alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI untuk menembaki rakyatnya sendiri.

Baca Juga: Terkini: Terkait Kerumunan di Megamendung, POLDA JABAR akan Panggil Rizieq Shihab!

Hal ini disampaikan melalui politisi Partai Demokrat, Andi Arief. Ia menyampaikan hal tersebut melalui akun twitter resminya @AndiArief, Sabtu 21 November 2020. 

"Ingat, Indonesia tidak pernah menggunakan pesawat tempur, helikopter, tank dan altileri untuk menembaki, membunuh rakyatnya sendiri. Tidak di Aceh, di Papua tidak dimana-mana," ujar SBY saat briefing di Berlin, Jerman, Senin 4 Maret 2013.

Dalam postingannya, berita-berita pada tautannya nampak bahwa pernyataan itu pernah dilontarkan SBY saat kunjungannya ke Berlin, Jerman, juga menjajaki kerja sama dalam bidang alutsista.

Baca Juga: Langkah Tegas TNI-POLRI Cabut Baliho Provokasi dan Ilegal, Mendapat Pujian dari Berbagai Kalangan

Postingan tersebut mendapatkan reaksi beragam dari netizen. Sebagian besar diantara mereka mencoba untuk mengkaitkan postingan Andi dengan pernyataan Panglima Komando Militer Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Dudung Abdurrahman terkait ancaman untuk membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI), besutan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).

Salah satu akun Twitter merespon, aparat TNI yang datang ke Markas TNI di Petamburan, Jakarta Barat bukanlah untuk membunuh rakyat, melainkan hanya untuk menurunkan baliho HRS yang dianggap melanggar aturan yang berlaku.

"Petamburan nurunin tank, panser atau apalah juga buat nurunin baliho doang, ga membunuh rakyatnya," tegas akun tersebut.

Halaman:

Editor: Safutra Rantona

Sumber: rri.co.id


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X