Presiden Perancis Hina Islam, Menag Fachrul Razi: Kebebasan Berpendapat Tidak Boleh Melampaui Batas

- 29 Oktober 2020, 19:26 WIB
PRESIDEN Perancis, Emmanuel Macron. /AFP/Ludovic Marin/Pool/AFP

CerdikIndonesia - Menag Fachrul Razi mendukung sikap Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang memanggil Duta Besar Perancis  dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Perancis yang dinilai menghina Islam.

Baca Juga: Sumpah Pemuda di Tengah Pandemi, Menpora Minta Pemuda Jadi Contoh Terdepan Persatuan

Menurut Menag, pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron melukai perasaan umat muslim karena mengaitkan agama Islam dengan tindakan terorisme.

“Setiap umat beragama harus menghormati simbol-simbol agama yang dianggap suci oleh pemeluk agama lain, termasuk terkait pemahaman visualisasi Nabi Muhammad,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (29/10). 

 

Baca Juga: Kabar Gembira, Dibuka Beasiswa LPDP Bagi Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Sampai 6 November

 

“Kebebasan berpendapat atau berekspresi tidak boleh dilakukan melampaui batas atau kebablasan sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apapun,” lanjutnya.

 

Halaman:

Editor: Shela Kusumaningtyas


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X