Satgas Covid-19: Tidak Lagi Zona Merah Belum Tentu Aman dari Covid-19, Jangan Lengah!

- 14 Oktober 2020, 17:47 WIB
Tampilan fitur Covid untuk melihat tracking zona merah di lokasi area. /Google Blog/

CerdikIndonesia - Daerah yang saat ini tidak berada dalam zona merah atau risiko tinggi, diminta tidak lengah. Bagi daerah yang berada di zona oranye pun belum bisa merasa aman karena penularan Covid-19 masih terus terjadi. 

Posisi saat ini katanya ada 94 kabupaten/kota yang berada di zona oranye tanpa perubahan selama 6 minggu berturut-turut. "Target penanganan Covid-19 ini adalah seluruh wilayah dapat menjadi zona hijau, artinya tidak ada kasus baru di wilayah tersebut selama 4 minggu berturut-turut dan kesembuhannya mencapai 100%," ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden Selasa (13/10/2020). 

Baca Juga: Pemerintah Gandeng DANA sebaga Mitra Pembayaran Program Kartu Prakerja, Apa Tujuannya?

Dari 94 kabupaten/kota itu terdapat beberapa provinsi yang memiliki daerahnya cukup banyak masuk kedalam kategori tanpa perubahan selama 6 minggu berturut-turut. 

Diantaranya Sumatera Utara (12) Jawa Tengah (11) dan Jawa Timur (11). 

Selain itu ada juga kabupaten/kota yang skornya mendekati zona kuning, ialah Rejang Lebong, Kota Madiun, Lamongan, Kota Yogyakarta, Gunung Mas, Donggala, Buton Selatan, Konawe Selatan, Lombok Barat, Kota Ternate dan Maybrat. Sebaliknya ada 3 daerah yang mendekati zona merah yakni Kota Langsa, Pasaman Barat dan Karang Anyar. 

Baca Juga: Pemerintah Salurkan KUR kepada Masyarakat, Berapa Besarannya?

"Jangan berpuas diri karena daerahnya tidak berada di zona merah. Zona oranye tetap berbahaya dan berisiko untuk terjadi penularan. Apabila terus dibiarkan tanpa penanganan yang signifikan, maka wilayah ini berpotensi untuk menjadi zona merah," lanjut Wiku. 

Ia mengingatkan kembali, bahwa peta zona risiko yang menunjukkan sebaran penularan Covid-19 di berbagai daerah dibuat berdasarkan data yang valid. Wiku menjelaskan bahwa dalam zona risiko penularan di suatu wilayah menggunakan 3 indikator. 

Halaman:

Editor: Shela Kusumaningtyas


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X